Kamis, 15 Maret 2012

"SUSU COKLAT" ATAU " T*I CICAK


Dalam Gelap aku berjalan, Hampa adalah Tujuanku, 
Kesendirian yang menemaniku, kelam masa laluku, cahaya keinginanku, 
apakah semua dapat kucapai???



Masa SMA, kata orang merupakan masa indah yang di lalui dalam siklus kehidupan manusia. Bagaimana tidak, di SMA kita bisa Mengenal yang namanya cinta monyet, di SMA kita bisa mengenal Persahabatan, dan sudah pasti kebersamaan di Masa SMA adalah masa yang tak pernah di lupakan sampai kapanpun.
semua itu hanya terjadi dalam dunia dongeng!!! Setidaknya bagi diriku. 

Di siang itu jam istirahat semasa aq SMA :

“Ali, Pa melamun maha Awak ni??” panggil fandi memecahkan lamunanku. “kenapa Gerang ngusut maha awk ni kode” ku jawab dia sambil sewot, “awak ni hali bujur, masa SMA ni habiskan buat Happy aj bro ap awak Melamun maha Jam Istirahat, tegak Kanak Rongo maha wak ni!”, “serah q leh ap wak repot dikit”, “Hmmm kanak hali,  ganggu kanak bini kek apa kek, parak Homo wak ni, ndik gawal kanak bini”. “Set*n” q jawab sahabat q ini sambil kami tertawa bersama. Ya fandi adalah sahabatku, sejak kami sama-sama duduk di sekolah dasar, hingga sekarang kami terus bersama. Sebenarnya bukan aq tidak suka perempuan, Gadis di sekolahku terbilang banyak yang cantik dan menggoda iman kaum adam di sekolah ini, tapi aku masih tidak bisa melupakan “Dia”

Dia yang aku maksud adalah "Rani", cinta monyet dan pertama yang aku rasakan sejak masa SMP hingga Sekarang. Jika kata para pujangga mengatakan “cinta itu buta” mungkin ungkapan itu ada benarnya, karena aku tidak memandang diriku sendiri yang Berbadan Pendek dan Kulit hitam kecoklatan, kalau ada yang di banggakan dariku, mungkin hanya rambut yang tidak pernah turun dan selalu tegak berdiri model Mohawk dan tegak, hingga Guru fisika waktu aku kelas XI (2 SMA), “bu Minah” sempat menjuluki aku "landak" Bercula. Bukan berarti aku tidak dekat dengan Rani. Aku dekat dengannya, bahkan sangat dekat karena Rani masih terhitung keluarga.  Kakek Nuri Merupakan Kakak dari Almarhum nenekku. kami sering bertemu dan berbicara di luar sekolah, pembicaraan itu terkadang tidak berjalan baik karena aku hanya sibuk terpesona oleh keindahan makhluk di depanku ini, namun di sekolah kami jarang sekali bertegur sapa.

Rasa ini ternyata di sadari Oleh Fandi. “parah awak ni Sepupu sorang di gasak jua” kata fandi padaku, “sembarang sebut maha awak ni, seboh kali hak” aq mengelak, “sudahlah kawan etam ni bersahabat dari tulak SD, jadi ndik usah awak Bejinakak dengan aq”, aq terdiam sejenak. Sambil memandang Rani yang bermain Bola Voli bersama teman-temannya aku menjawab pertanyaan Fandi, “leh, karena wak ni sahabatku tulak halus ku akui itu, tapi awak jangan bekesah ke siapa-siapa yo, apa lagi dengan kanaknya”, “Beres it bos, Tapi kenapa awak ndik Jujur aja dengan kanaknya?”, “ndik dah supan aku, biar aja dah, ndik apa-apa aq simpan sorang ni”,  “tapi kawan akan lebih baik jika awak jujur aja”.  Kata terakhir Fandi barusan membuatku berpikir untuk jujur kepada Rani, namun ketika aku kembali melihat kearah Rani, Nyaliku ciut, kulitnya yang putih dan aku yang berkulit Coklat kehitaman sangat tidak pantas “Bagaikan T*I Cicak” gumamku dalam hati. Namun suatu waktu ku ungkapkan perihal “T*I Cicak” itu Fandi sahabatku justru menjawab ; “Putih itu susu, Coklat adalah coklat, Susu itu nyaman dan Gurih, Coklat itu Manis, akan alangkah enaknya kalau keduanya disatukan menjadi SUSU COKLAT” setelah Fandi berkata itu padaku, aku hanya berdoa dalam hati “SEMOGA SUSU & COKLAT BISA BERSATU“.

Seminggu kemudian, sewaktu aku pulang dari sekolah, tiba-tiba handphoneku berdering tanda ada orang yang sedang menelon. Ku ambil Handphone itu dengan sedikit mengantuk, dan ku lihat ke dalam layar HP, ternyata Rani menelpon, Sontak rasa kantuk yang menyerang serentak sirna begitu saja bagaikan “Martabak sebungkus di Hadapan Anak Kost”. Lalu ku angkat HP , dan terdengar sayup suara gadis belia di seberang sana, “halo Ali, lagi ngapain?” suara manja khas Rani terdengar di seberang sana, “lagi tiduran maha ni Ran, kenapa emangnya?” aku menjawab acuh padahal dalam hati riang, “LI malam ini kamu bisa gak temani aq ke Loa Duri, ke tempat Elsa?”, “ngapain jauh2 ke Loa Duri?”,  “Kerja kelompok ne, mata pelajaran Biologi, kamu mau kan antar aku, aku gak berani naik motor sendirian malam-malam,  ibuku gak bolehkan kalau bensin gampang lah”, “kenapa gak diganti siang aja belajarnya” jawab ku pendek agar dia sedikit kesal, jujur aq suka sekali suara manjanya yang sedang kesal, “kan Ali gitu, jahat banget sih?” jawab Rani manja dan sontak membuat darahku bagaikn naik k kepala mendengar suara manjanya, “ ya Hak ku dengani awk, jam berapa Gerang?”, “belajarnya jam 8 tapi kita berangkat jam 7 ya? biar gak ngebut dan gak kemalaman sampainya”, “ ya Hak ndia ku  Jemput jam 7”, Ok Ali Terima kasih ya mau bantu aku”, iya leh sama” tutupku. Jujur aku sangat menyesal karena pembicaraan kami terhenti, jujur, aku suka suara manjanya. Niatku untuk tidur siang pun Gagal karena menunggu malam tiba, akhirnya siangku hari ini ku habiskan di rental Play station.


Malam yang di tunggu pun tiba. Kujemput dia menggunakan Motor pemberian Orang Tuaku. Dengan menggunakan Celana Jeans Hitam Kaos Putih dan Jaket hitam (ditambah kulit juga hitam, persis T*I Cicak)  aku pergi menjemput Rani. Malam ini Rani sangat cantik, dengan rambut panjang terikat menggunakan  dan kaos Ungu ketat serta celana Jeans pendek, simple tapi menarik. Kami berangkat menuju Loa Duri, sepanjang perjalan kami bercerita banyak namun yang ku sesalkan, “Aku Tidak Bisa Memandang wajahnya” karena aku duduk di depan, membonceng Sepeda Motor. Tepat Pukul 19.30 kami tiba di rumah Elsa dan disana sudah menunggu seorang teman Rani yang lain dan juga sudah tidak asing bagiku “Fandi”. Mereka pun mulai berdiskusi mengenai “Klasifikasi Makhluk Hidup” Karena sesama kelas Ipa namun Beda Lokal dan kebetulan aku juga membawa Buku Biologi maka aku juga ikut berdiskusi. Pukul 22.00 diskusi dan tugas masih belum selesai membuat Rani sedikit takut membuat orang tuanya cemas, maka Rani memutuskan untuk menelpon Orang Tunya. Saat menelpon Rani memberikan HP-nya padaku, “Li Ibu Mau ngomong tu”, Ngomong apa?” Tanyaku, “udah jawab aj” balas Rani, akhirnya aku jawab Telepon dari Orang Tua Rani yang Juga Bibiku. Ibu Rani hanya berpesan kalau Pulang Hati-hati dan pelan-pelan saja walaupun sampai Rumah Larut Malam karena orang tua Rani sudah kenal Lama Padaku maka kami di izinkan pulang larut malam. Pukul 12.10 diskusi dan tugas Kelompok Rani Selesai, maka kami berpamitan pada Elsa dan Orang tuanya untuk pulang. Fandi pulang ke Rumahnya di Jembayan, kami pulang beriringan sampai rumah Fandi di Jembayan, sedang Rumahku dan Rani masih agak Jauh, maka Kami lanjutkan perjalan kami berdua untuk pulang, dan Kulihat Rani kedinginan di Belakangku, “kedinginan kah awak Ran?”, aku bertanya, memecah sepi “iya ni dingin banget malam ini”, “ ya hak ni, pake aj jaket-ku, tapi sori yo Bau ni jaketnya bekas keringatku”, “gak apa-apa ko Li aku suka baunya”. Kata-kata terakhir Rani membuatku sedikit senang . Bagaimana Tidak, Bau apek keringatku di sukai sama Cewek??.  Di perjalanan Rani membuka pembicaraan “Li, kenapa kamu gak pacaran seperti anak-anak di sekolah, apa bener kata Fandi kalau Kamu MAHO?”, “waduh siapa yang MAHO (Manusia Homo)? Aku Normal masih ni”, “maaf, jangan Marah dunkz aku kan Cuma bercanda, aku takut kalau kamu marah-marah”, “ ndik marah kok aku Nur, Cuma belum ketemu yang pas aja dengan nyawa yg hitem ini, awk Ran kenapa Ndik Behodengan jua?” ku balas dia dengan pertanyaan yang sama, sambil tersenyum geli dia jawab sambil mencubit pinggang q “ihhh nyadar juga dia Item, beda dengan kamu aku sudah ketemu cowok seleraku tapi aku gak berani bilang dan aku menunggu dia nembak duluan”, “OO gitu y, kenapa gk bilang aja sama dia?”, kalau lama ya aku tembak duluan biar lega, sakit Li nyimpen perasaan", "Iya juga sih" kata-ku sambil sedikit kecewa, kecewa karena dia suka pada seseorang entah siapa. Akhirnya kami tiba di rumah Rani. Setelah turun dia berterima kasih padaku dan....., “Li kamu yakin gak mau tau Orang yg aku suka?”, “emang siapa kanaknya Ran??”, “orangnya gk jauh ko dari kamu li, bahkan sangat dekat”. “Fandi??”, Nuri pun diam sejenak dan suasana tampak hening sesaat. Tiba-tiba Nuri berkata “Sebenarnya Orang itu adalah..............





TO Be Continued


Part 2 (http://fery2612.blogspot.com/2012/04/susu-coklat-atau-ti-cicak-part-2.html)


TO BE CONTINUED………..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar